Melbourne


Melbourne dipilih sebagai lokasi festival karena keunikan tempatnya. Kota ini banyak memiliki jalanan berkonblok, taman di rooftop dan tempattempat yang jauh dari keramaian, yang di antaranya mulai berkembang menjadi destinasi wisata kuliner.

melbourne-370Yang unik dari Melbourne ini adalah Anda bisa menemukan restoran baru, kafe sederhana, tak sengaja menemukan bakeribakeri yang termasuk dalam kawasan cagar budaya, bar khusus wine atau menumpang tram untuk menjelajah daerah tempat deretan kedai kopi yang trendi berada. Di Melbourne ini terdapat 140 ragam budaya, yang kemudian membentuk kantongkantong komunitasnya sendiri. Chinatown, misalnya, terdapat di sepanjang Little Bourke Street; Lygon Street terkenal sebagai tempat imigran asal Italia tinggal; Fitzroy adalah daerah dengan banyak imigran asal Spanyol; sedangkan para imigran keturunan Lebanon lebih suka tinggal di Brunswick. Para penyuka jajanan bisa menuju Victoria Street di Abbotsford untuk menikmati semangkok mie atau yang dikenal dengan pho, sup khas Vietnam. Melbourne Food and Wine Festival mencoba mengakomodir keberagaman ini. Hasilnya adalah sebuah ajang kuliner yang hanya ada di Melbourne: sebuah gelaran yang menyuguhkan berbagai makanan penggugah selera dari berbagai negara.

melbourne-371Makan malam di studio pembuatan keramik, piknik di taman yang ada di rooftop, menikmati makanan Vietnam sambil menumpang rickshaw, merasakan masakan dari Amerika Selatan, dan menumpang tram— stop dinner series, kesemuanya itu bisa didapatkan dalam festival yang biasa diadakan setiap tahun pada musim semi ini. “Satu hal yang membuat festival ini berbeda adalah tempat penyelenggaraannya, Melbourne,” kata Melbourne Food and Wine Chef Executive, Natalie O Brien. “Jalanannya, arsitekturnya, ruang-ruang sempitnya dan tempat-tempat di mana Anda bisa mendapatkan kopi yang enak, bakeri yang baru buka, atau creperie yang secara harafiah berarti jalan masuk ke kota.” Kota ini menempatkan banyak mobil toko yang funky di tempat-tempat strategis di Australia, hingga menjadi  surga bagi kafe dan kedai kopi dadakan, serta menjadi alternatif tempat jajan yang tumbuh menjamur di jalan-jalan, gudang dan ruang tak terpakai. Tempat parkir mobil toko ini pun akhirnya berkembang seiring banyaknya orang yang mencari tempat jajanan yang lebih murah dan kasual. Kafe-kafe murah pun berkembang, dan Melbourne, dengan penduduknya yang kosmopolitan, dengan cepat mengikuti tren gastranomi yang ada. Keadaan itu terefleksi jelas dalam festival ini.

melbourne-372 Urban Coffee Farm and Brew Bar menjadi inti festival tahun 2013 ini. Urban Coffee Farm and Brew Bar adalah sebuah hutan mini di pusat kota yang memiliki 175 tanaman kopi dan 1.400 tanaman tropis yang ditanam penduduk negara bagian Victoria. Dari hutan mini berisi tanaman kopi inilah, para barista dan roaster andal Melbourne meracik kopi bagi para penikmat kopi yang ingin mengenal lebih jauh mengenai jenis dan daerah asal kopi serta proses pembuatannya. Kesemuanya ini bermula dari masuknya budaya kopi, yang dibawa oleh para imigran asal Italia dan Yunani. Pada perkembangannya, kopi pun tumbuh menjadi sebuah industri yang mampu membuat Melbourne menjadi tempat utama dalam soal kopi. “Semua orang di sini membuka kafe, dan itu bagus karena memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk membawa kemari berbagai jenis biji kopi dan menunjukkan rasanya,” kata Ben Bicnell dari 5 Senses Coffee, sebuah tempat penggilingan kopi. Bicknell mengatakan bahwa festival tahun ini yang mengambil tema kopi sungguh tepat waktunya. Kota ini baru saja mendapatkan pengakuan internasional (Melbourne terpilih sebagai tuan rumah Kejuaraan Barista Sedunia tahun ini), seiring meningkatnya minat terhadap kopi sebagai bagian dari kuliner. “Publik di Melbourne sangat menerima kopi, bukan hanya gaya hidup minum kopi di kafe tetapi juga sensasi rasanya,” ungkap Bicknell. “Bila Anda memiliki sommelier di restoran terkemuka, kini Anda juga harus memiliki barista di kafe yang tahu banyak mengenai asal usul beragam jenis kopi yang mereka seduh, dan juga rasa yang ada, bahwa mereka bisa menawarkan sesuatu yang lebih.

melbourne-373” Tema festival di Melbourne ini tidak selalu sama tiap tahunnya, tetapi fondasi yang dibangun dari budaya yang multikultur ini berfokus dalam soal rasa. O’Brien menjelaskan bahwa Melbourne Food and Wine telah menampilkan berbagai ragam kuliner sejak festival ini diadakan 20 tahun lalu. “Festival ini lahir saat kuliner khas penduduk imigran yang datang dari berbagai kultur itu sedang semarak di Melbourne, yang memang dalam sejarahnya membawa masuk kuliner berbagai jenis masakan yang lezat,” kata wanita itu. Tahun ini, pengunjung festival bisa memanjakan lidah dalam acara spesial seperti Pho Fever di Sunshine restaurant dan Pavarotti’s Favourites di Cafe Di Stasio, mereka pun bisa mengikuti tur Meksiko di Mamasita, atau menyusuri Burmese Lane untuk makan siang di jalanan di luar Red Spice Road restaurant. Faktor lainnya yang tak pernah berubah dan menentukan adalah waktu penyelenggaraan festival. Festival ini selalu diadakan saat musim panen dan saat anggur kualitas terbaik di Victoria sudah bisa dipetik. Akhirnya kini, festival lain yang lebih kecil lingkupnya diadakan di bulan yang berbeda. Di bulan Juni, acara ‘Roast Collection’ akan menampilkan tanaman langka, tanaman budaya, dan berbagai teknik menggiling biji kopi secara tradisional, sementara di bulan September, acara ‘Spring Graze’ diadakan untuk memeriahkan hasil panen musim semi.“Walaupun kami mengadakan festival ini pada bulan Maret, berbagai gelaran kuliner terus berlangsung di Melbourne hingga setahun lamanya,” kata O’Brien. “Tak seperti festival lainnya di mana setelah selesai para pesertanya akan segera mengemas kembali raket tenis atau mobil Grand Prix-nya, kami malah berjanji untuk kembali lagi minggu depan, bulan depan, atau tahun depan karena gelaran kuliner ini memang diadakan di sini setahun penuh.”

5 Senses – Taste
Chocolate

melbourne-374Uji kemampuan Anda bercocok tanam di Federation Square’s Pop Up Patch, taman sayuran roof-top yang memiliki 140 ruang yang disewakan untuk publik dan restoran sekitar. Ikuti kursus interaktif bercocok-tanam dan belajar cara merawat tanaman langsung dari ahlinya.

5 Senses – Touch
Pop Up Patch

melbourne-375Uji kemampuan Anda bercocok tanam di Federation Square’s Pop Up Patch, taman sayuran roof-top yang memiliki 140 ruang yang disewakan untuk publik dan restoran sekitar. Ikuti kursus interaktif bercocok-tanam dan belajar cara merawat tanaman langsung dari ahlinya.

5 Senses – Scent
Di Bella

melbourne-376Hiruplah aroma kopi yang berasal tempat penggilingan kopi Di Bella. Di tempat ini, pengunjung bisa melihat proses pembuatan kopi mulai dari pemetikan hingga ke penyeduhan. Nikmati aroma biji kopi yang baru saja digiling dan ikuti kelas barista atau pertajam kemampuan barista Anda dengan menggunakan mesin pembuat kopi.

Whole Larder Love

melbourne-377Kunjungi Springmount, hanya berjarak 1,5 jam dari Melbourne, dimana Anda bisa mengikuti Whole Larder Love weekend workshop. Belajar bagaimana memotong ayam atau menguliti kelinci. Jika hal itu terlalu berat, Anda bisa mengambil kursus memancing dan mengawetkan ikan, atau membuat roti. Anda bisa menginap di rumah pertanian bergaya Perancis yang termasuk kawasan cagar budaya atau tempat pemeliharaan kuda yang telah direnovasi.

5 Senses – Sight
Tram

melbourne-378Kelilingi Melbourne dengan menumpang tram. Banyak yang dapat Anda kerjakan; mulai melihat-lihat ikon kota yang terkenal hingga antri di coffee hotspot, atau memesan makanan yang tertera pada chalkboard menu.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *