Melbourne Food And Wine Festival

Each month we shine a spotlight on a different destination: a gastronomic paradise of diverse cuisine executed with style. This month: Melbourne.

Mengupas tujuan yang berbeda setiap bulannya; surga kuliner dengan berbagai menu yang disajikan dengan gaya. Bulan ini: Melbourne.

Melbourne Food and Wine Festival

The Melbourne Food and Wine Festival runs from February 28 to March 16, featuring 200 culinary events in a city steeped in multicultural flavours. Melbourne Food and Wine

Festival yang digelar dari 28 Februari hingga 16 Maret menghadirkan 200 acara kuliner di kota dengan beragam budaya ini.


Restaurant Express

For those on a budget who hanker for a taste of fine cuisine, there’s no better opportunity than between
February 28 and March 16, when some of Melbourne’s most celebrated restaurants roll out special lunchtime two-course menus, accompanied by a glass of Victorian wine and finishing with coffee, for just AUD$40 (US$36). For many Melbournians it’s the chance to tick notable restaurants off their must-eat list. More than 70 venues across  the city centre and surrounding suburbs – all of which feature in the most recent The Age Good Food Guide, Melbourne’s dining bible – participate in this classic festival event, including such establishments as Nobu for top-notch Japanese fare, Bistro Guillaume for French classics, and The Atlantic for the ultimate seafood.

Bagi mereka yang memiliki budget terbatas tetapi ingin menikmati hidangan di restoran berkelas, tak ada yang lebih tepat selain datang ke festival yang berlangsung dari 28 Februari hingga 13 Maret, saat ketika restoran-restoran elit menawarkan dua macam menu spesial makan siang, dengan segelas Victorian wine dan kopi, hanya dengan AUD$40 (US$36). Bagi masyarakat Melbourne, festival ini adalah saat bagi mereka mencoba tempat-tempat makan yang mereka idamkan. Sebanyak 70 tempat di pusat kota dan sekitarnya – yang kesemuanya diulas dalam The Age Good Food Guide, buku pedoman wisata kuliner – berpartisipasi dalam festival ini, termasuk restoran Nobu yang menyediakan masakan populer Jepang, Bistro Guillaume untuk menu klasik asal Perancis dan The Atlantic bagi penggemar sari laut.


Melbourne Food and Wine Festival

Global wine experience

This hallmark festival event returns on March 1–2 with wine tastings guided by international authorities, who are joined by some of Australia’s most influential wine experts. Inspired by the 2014 festival theme of water, it features exclusive tastings from oceanic regions and riverside vineyards, with a special focus this year on sweet wines, cabernet sauvignon and the wines of Australia’s Victoria region. The event also explores the central role of water in winemaking and debates issues in today’s wine industry.

Festival ini kembali digelar pada 1-2 Maret dengan acara berupa wine tasting yang dipandu oleh international authorities, bekerja sama dengan para ahli wine terkemuka di Australia. Dengan tema festival yang mengambil topik air, maka festival ini menghadirkan wine dari daerah pesisir serta ladang anggur dekat sungai, dengan fokus utama tahun ini pada sweet wine, cabernet sauvignon, dan wine dari daerah Victoria, Australia. Festival ini juga membahas peran air dalam pembuatan wine, dan topik-topik hangat lainnya dalam industri wine.

World’s longest lunch


A leisurely lunch for 1,500 comes to Melbourne’s riverbank at Alexandra Park on February 28. Guests sit down at a 530mlong table for a three-course lunch, each course conceived by one of the region’s best-known chefs, Stefano de Pieri, Adam D’Sylva and Jacques Reymond. Each chef draws on personal connections to the Murray-Darling, Mekong and Amazon rivers respectively, with their dishes matched to fine wines from Seppelt, a leader in Australian winemaking since the 1850s.

Santap siang santai tersedia bagi 1500 orang yang datang ke tepi sungai di Alexandra Park pada 28 Februari. Para tamu akan disuguhi tiga buah menu untuk disantap di meja sepanjang 530 meter. Tiap menu hidangan disiapkan dengan pengawasan dari juru masak terbaik seperti; Stefano de Pieri, Adam D’Sylva dan Jacques Reymond. Para chef tersebut memiliki kesan pribadi dengan Sungai Murray-Darling, Sungai Mekong dan Sungai Amazon, di mana hidangan yang mereka suguhkan pas dengan wine dari Seppelt, produsen wine terkenal di Australia sejak tahun 1850-an.

Little foodies corner

Kids aged between three and eleven don’t have to miss out on enjoying a culinary experience during the festival, with a hands-on workshop dedicated to the little ones taking over Queensbridge Square over the weekend of March 1–2. Chefs are on hand to teach budding young culinary experts how to create three of multi-cultural Melbourne’s favourite and healthiest nibbles: Japanese sushi rolls, Greek dolmades (rice-stuffed vine leaves) and Vietnamese ricepaper rolls.

Anak-anak usia antara 3 hingga 11 tahun juga dapat menikmati wisata kuliner selama festival ini berlangsung, yaitu dengan diadakannya workshop khusus anak-anak yang bertempat di  Queensbridge Square pada akhir pekan, 1-2 Maret. Ada para chef yang siap mengajari anak-anak ini bagaimana membuat tiga hidangan favorit Kota Melbourne, yaitu Japanese sushi rolls, Greek dolmades (nasi dibungkus daun anggur) dan Vietnamese rice-paper rolls.


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *