Medan


flavours-090Sulit membayangkan jika harus mengunjungi suatu tempat di bulan suci Ramadan untuk mencoba makanan khasnya. Tapi kini saya berada di Medan, dalam misi saya berwisata kuliner mencicipi beberapa masakan khas nusantara di Masjid Raya Medan yang terkenal. Banyak yang mengatakan jika, di tempat ini, seluruh menu yang ‘serius’ tersaji di bawah satu atap, dan serius tentunya menjadi kata yang cukup menjelaskan.Dibangun tahun 1909, desain Mesjid Raya Medan yang berbentuk segi delapan ini merupakan hasil pengaruh campuran Arab dan India – gaya khas Moghul yang elok – dan dipercantik dengan marmer yang menutup seluruh dindingnya, jendela kaca patri dengan motif bunga. Mesjid ini merupakan salah satu masjid terbesar di Indonesia dan terkenal sebagai salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi.

 

flavours-091-1Selama bulan puasa, halaman masjid berubah menjadi tempat makan bagi penduduk lokal. Kami datang tepat saat matahari terbenam di tengah keramaian pengunjung yang sedang berbuka puasa. Saya berdiri di depan pintu masuk bazaar makanan sebesar ukuran stadion, seraya terkesan dengan orang yang datang dan juga variasi makanan yang disajikan.  Ribuan stan makanan tersebar di sepanjang mata memandang, suara riuh, cahaya lampu-lampu neon yang menemani aksi memasak yang cepat dari para pedagang makanan demi melayani pembeli yang mengantre. Tidak cukup itu saja, para penjaja kudapan mencoba berjalan di antara meja-meja yang sudah saling berhimpitan untuk menjual makanan ringan yang ditusuk bambu, seperti tahu, tempe dan udang, juga nampan-nampan berisi keik durian dan beragam kue kering.

flavours-091-2Di luar bazaar makanan ini berjejer pula gerobak-gerobak dorong yang menjual buah potong dan minuman ringan untuk menyegarkan dahaga setelah berpuasa seharian, ronde pertama. Ada banyak jenis makanan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Saya merasa seperti anak kecil yang berada di toko permen, saat melihat-lihat beragam makanan yang dijual. Inilah tempat di mana Anda dapat melihat lebih dekat dunia kuliner Indonesia, mulai dari beragam jenis martabak, sate, kari, sup, hingga beragam pencuci mulut, kue dan juga minuman dingin, sambil menikmati suasana jajanan pinggir jalan.

flavours-092Biasanya, kurma dikonsumsi saat berbuka puasa, yang konon katanya juga menjadi kebiasaan Nabi Muhammad Sallallaahu ‘alaihi Wasallam setiap berbuka. Namun dari yang saya amati, orang-orang memulai buka puasa mereka dengan menikmati buah, cendol atau, cukup dengan segelas teh panas, dan selanjutnya disambung dengan makan besar hingga jauh malam. Dan tak hanya makanan saja yang banyak tersedia setelah matahari terbenam.

flavours-092-1Berbagai restoran pun tampak meraup keuntungan berlipat ganda saat Ramadan dan walaupun mereka tutup di siang hari, keuntungannya tetap mengalir hingga larut malam.

 

 

 

 

flavours-093

Tak hanya Masjid Raya yang dipadati pengunjung saat bulan Ramadan. Setiap restoran di Medan tampak ramai luar biasa saat bulan puasa. Saya pun mampir di rumah makan Garuda, sebuah rumah makan terbesar di Indonesia yang terkenal akan masakan Minangnya, dan saya pun menyantap gulai kepala ikan, daun singkong dan sambal cabai hijau kesukaan saya, dan banyak lagi yang menanti untuk disantap. Bagi mereka yang memilih bersantap di rumah saat Ramadan, layanan katering yang menyediakan makanan sehat pun tersedia. Di Garuda, sejumlah kotak-kotak makanan sedang diisi dengan Nasi Padang untuk pemesan yang sedang mengadakan acara buka puasa bersama di rumah.

flavours-093-2flavours-093-1“Tak hanya Masjid Raya yang dipadati pengunjung saat bulan Ramadan. Setiap restoran di Medan tampak ramai luar biasa saat bulan puasa.”

 

Hal yang sama terjadi juga di Mi Aceh Titi Bobrok. Saya datang tepat sebelum matahari terbenam dan tempat ini sudah penuh dengan para pelanggan yang dengan sabar menanti saat berbuka puasa. Gerobak-gerobak dorong yang dengan penuh mie kuning sengaja dimasak lebih dulu sehingga ketika jam menunjukkan saat Maghrib tiba, semua sudah siap. Cahaya, kamera, dan akting teatrikal mie khas Aceh yang paling terkenal di Medan, fokus ke dalam panci raksasa, merupakan bagian dari kegiatan makan besar. Saya memesan Mie Aceh dengan udang; sepiring mie basah dicampur dengan segenggam penuh udang, irisan kubis, kecambah, irisan tomat, daun kari dan bawang merah goreng, menggenang di dalam kubangan kuah bergaya India yang membangkitkan selera. (Keanekaragaman masakan Indonesia tak pernah berhenti membuat saya takjub). Martabak lezat, dan Roti Canai, roti datar khas India yang dilipat dan disajikan dengan saus kari, juga sangat populer di sini dan dimasak di dekat pintu masuk restoran sehingga menambah keramaian, aksi dan kemeriahan pertunjukan kuliner malam hari. Piring demi piring pun dipersiapkan. Saya rasa malam ini akan menjadi malam yang panjang.

Para pemeluk agama Islam percaya bahwa puasa adalah saatnya untuk menginstropeksi diri, mensyukuri apa yang kita miliki dan untuk menunjukkan hubungan horizontal dengan Yang Maha Kuasa melalui kesabaran, kedisiplinan dan kesederhanaan. Menurut saya ini adalah suatu keindahan. Dan seperti kebanyakan perayaan keagamaan lainnya, ibadah puasa Ramadan ini memiliki arti penting dalam keluarga dan komunitas, yaitu mempererat tali silaturahmi.

flavours-094Selama Ramadan, masyarakat melaksanakan ibadah, meningkatkan kepedulian sosial serta memperat tali silaturahmi lewat makanan yang memiliki kemampuan mempersatukan; kegiatan berpuasa dan berbuka yang sama juga terjadi di berbagai komunitas Muslim di setiap pulau di Indonesia. Berkumpul di meja makan, berbagi makanan dan menikmati hidangan yang luar biasa bersama dengan teman, tetangga dan orang terkasih pastinya merupakan investasi besar dalam kepribadian dan niat baik. Noor Huda Ismail, seorang teman dan jurnalis merangkumnya dengan mengatakan, “Hikmah dari Ramadan adalah adanya kesempatan untuk bersantap bersama keluarga, teman dan mereka yang kurang beruntung; adanya semangat berbagi.” Dan bertambah pula rezeki dan kebahagiaan. Pada akhirnya, semua perbuatan baik yang kita lakukan akan mendapatkan balasannya.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *