Macau

macau

Makau adalah salah satu kota paling menarik di Asia, dengan sejumlah tempat bernuansa kolonial yang tersembunyi di antara permukiman tradisional China dan luasnya kompleks resor mewah. Anda dapat menjelajahi sebagian besar kota ini hanya dalam beberapa hari saja.

Di hangatnya Minggu pagi, Lord Stow’s Bakery di Coloane, desa tenang di selatan Makau, tampak sibuk dengan kegiatan sehari-hari. Penduduk lokal dan wisatawan ramai antre di luar toko roti yang populer itu, menunggu egg tart (di Indonesia biasa disebut pai susu) khas Makau dikeluarkan dari oven-oven berukuran besar.

macau-1Para pelayan membawa nampan-nampan berisi makanan dan minuman panas di kafe milik toko roti yang terletak di sudut toko, menyajikan espresso dan beragam makanan ringan. Tak banyak pengunjung yang tahu bahwa egg tart yang mereka sukai itu sebenarnya dibuat pertama kali oleh seorang ahli kimia berdarah Inggris, yang seperti kebanyakan orang asing di Makau dahulu, sudah menganggap tanah ini rumahnya.

Kekontrasan menjadikan Makau tempat yang menarik untuk didatangi. Bekas kota-negara (city state) yang diserahkan kembali kepada China tahun 1999, Makau tetap mempertahankan status kemandiriannya dengan keragaman budayanya, terutama warisan budaya Mediterania dan Mandarin. Dapat dicapai dengan menumpang feri selama satu jam (12 menit dengan helikopter) dari Hong Kong, daerah bekas jajahan Portugis yang terdiri atas tiga pulau ini (dengan perkiraan populasi 624.000 di lahan seluas 31,3 km2, Makau terkenal sebagai wilayah paling padat penduduk di dunia) terus menggeliat di antara gerusan modernitas dan warisan tradisional. Dengan kuil-kuil kuno penuh asap dupa, rumah-rumah kolonial berwarna pastel, berdampingan dengan gemerlapnya hotel dan kasino, kesan kosmopolitan, dan suasana santai, Makau menaruh satu kakinya di masa lalu dan kaki lainnya untuk masa depan yang cerah.

macau-2Cara terbaik untuk mengenal Makau adalah dengan mengenal kulinernya yang unik, karena makanan memiliki cerita tentang budaya yang terdapat di dalamnya, dan di Makau, cerita itu terbentang mulai dari Inggris, Portugis, Goa, hingga Mozambik dan Malaka. Di Coloane, barisan pengantre di Lord Stow’s Bakery semakin panjang. Egg tart yang lezat dan empuk—kudapan tradisional Portugis yang disempurnakan oleh Stow, kini menjadi ikon modern yang sangat digemari wisatawan dan penduduk lokal. Tetapi saya memilih menuju pusat Kota Makau untuk mencari sesuatu yang lebih bersejarah.

Dengan pengaruh Asia dan Eropa, masakan Makau bisa dibilang fusion food pertama di dunia, menurut Simon Tam, kritikus makanan dan wine sekaligus koki terlatih yang menetap di Makau dan berusaha melestarikan kuliner tradisional di kota itu. “Anak saya adalah orang Makau,” kata Tam ketika kami bertemu di Clube Militar de Macau yang terkenal, di sebuah tempat indah di Avenida da Praia Grande, yang dahulu dijadikan klub rekreasi untuk para perwira militer Portugis. Sekarang tempat ini merupakan satu dari sedikit restoran Makau asli yang masih bertahan. “Sayangnya, anak saya tidak pernah belajar dialek Makau (dikenal sebagai Patuá) karena sekolah-sekolah di Makau tidak mengajarkannya lagi. Yang tersisa adalah bangunan-bangunan seperti ini,” katanya sambil membentangkan tangannya ke arah ruang tunggu klub yang memiliki jendela khas Perancis, sofa dengan ukiran kayu, dan lukisan cat air dalam bingkai keemasan. “Dan budaya kuliner yang kami miliki. Di sini, makanan merupakan bagian penting keluarga. Tradisi ini tak boleh dibiarkan mati.”

Masakan Makau sebenarnya berkembang karena kebutuhan. Pasukan Portugis yang ditempatkan di pangkalan-pangkalan militer di Makau membawa serta cita rasa masakan dari tempat-tempat yang mereka singgahi sebelumnya, seperti Malaka, Brasil, Angola, Goa, dan Mozambik. “Tidak banyak perempuan Portugis di sini,” kata Tam, “karena itu mereka menikahi perempuan China setempat, yang dibesarkan dengan tradisi kuliner yang sama sekali berbeda.” Para pria tersebut lalu menceritakan resep dan bumbu asal negara mereka kepada wanita Makau yang sudah menjadi istri mereka untuk dibuatkan masakan asing itu.
“Tentu saja hal ini membuat para istri kebingungan, di mana mereka bisa mendapatkan santan,” kata Tam. Akhirnya bahan masakan seperti kunyit, bacalhau (ikan kod asin), adas, kayu manis dan kelapa, digantikan dengan bahan-bahan asal Asia yang lebih mereka kenal, perempuan China di Makau mengubah masakan China Selatan dan Portugis menjadi masakan yang benar-benar baru, seperti nasi bebek, daging tacho hangat dan sayuran rebus, serta bacalhau. Para wanita Makau ini juga diperkenalkan dengan cara memasak yang baru, seperti membakar dan memanggang, terutama ikan.

Namun seiring perjalanan waktu, seperti yang juga terjadi di tempat lain, tradisi kuliner lokal mulai dikomersialkan sehingga hidangan asli khas Makau disesuaikan bumbu dan bahannya demi cita rasa yang lebih modern. Eksodus penduduk keturunan Portugis dari Makau ketika kota itu dikembalikan kepada China tidak membuat komersialisasi kuliner tradisional Makau berhenti. Untungnya, ada restoran-restoran yang mempertahankan kuliner tradisional Makau, seperti di Clube Militar de Makau, Restaurante Litoral, dengan fasad putihnya dan interior bergaya penginapan di pedesaan, serta A Lorcha, yang biasanya dikunjungi penduduk Makau kelas atas.

Dari hidangan hangat khas Makau, Anda dapat beranjak ke bagian menarik lainnya dari Makau, yakni tempat-tempat yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya, di antaranya bangunan berdesain China dan Portugis, jalan-jalan yang indah, dan alun-alun yang ramai. Dikenal sebagai Pusat Sejarah Makau, 20 lokasi unik ini dapat ditelusuri oleh pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan sejarah Makau hanya dengan berjalan kaki. Di sini, pengunjung dapat melihat, mendengar dan mencium aroma tempat-tempat paling terkenal di sana.

Saya memulai penjelajahan saya dari Kuil A-Ma, yang berada di dekat Restoran Litoral. Dari sinilah nama Makau berasal. Para pelaut Portugis keliru menafsirkan ‘A Ma Gau’ atau Teluk Dewi sebagai nama kota ini. A-Ma selalu ramai, baik oleh wisatawan yang ingin berfoto di anak-anak tangganya yang antik, atau dengan penduduk lokal yang sedang memberikan persembahan kepada dewa-dewa di Prayer Hall, Buddhist Pavilion, dan Hall of Benevolence. Di Makau beragam agama hidup rukun, mulai dari Gereja St Lawrence dan Seminari St Joseph, hingga Kuil Kwan Tai dan Old Protestant Cemetery (Taman Makam Kuno khusus Protestan), yang dulunya adalah kantor pusat British East Indies Company.

Dari kuil saya melanjutkan perjalanan menelusuri Avenue Panorâmica do Lago Sai Van yang berada di pelabuhan, menuju pusat Kota Makau. Hanya beberapa menit dari jalanan berbatu yang mengeliling Danau Sai Van, pengunjung dapat menjumpai hotel-hotel kelas dunia, mal-mal mewah, kasino, dan restoran-restoran fine dining. Dan di dekat sana ada Menara Makau yang menjulang ke langit, dan jembatan-jembatan menakjubkan yang menghubungkan Makau dengan Pulau Taipa dan Cotai, tempat hotel-hotel baru dan mega proyek.

Yang lebih luar biasa lagi, setiap tahun jalanan ini menjadi lokasi Macau Grand Prix, lomba balap mobil spektakuler yang menarik banyak penonton dari berbagai negara. Acara tahunan ini, dan juga pertunjukan besar lainnya seperti “Pertunjukan Kembang Api Internasional” dan “Festival Perahu Naga”, merupakan bukti bagaimana fleksibel dan menariknya kota yang unik ini.

Dari tepi laut, saya lanjut ke pusat kota, di mana terdapat bangunan-bangunan dari era kolonial yang terawat, tanda-tanda penunjuk jalan berbahasa Portugis dan China serta Senado Square di jantung Makau, yaitu sebuah kawasan artistik dengan jalur pejalan kaki yang berwarna-warni terbentang mulai dari benteng tertua kota ini hingga berakhir di Ruins of St Paul’s. Sisa kompleks bangunan abad ke-16 ini dahulu adalah St Paul’s College dan Katedral St Paul. Katedral Portugis abad ke-17 ini hancur akibat kebakaran ketika angin topan melanda Makau tahun 1935. Namun fasadnya yang masih tersisa dan kuat menjadi warisan bagi kota yang paling memikat di Asia ini, museum hidup dan destinasi kosmopolitan untuk para pencinta sejarah, budaya, dan makanan lezat.



5 Senses 




5sense-macau

1.  SENADO SQUARE – Sight

Dari St Paul, ikuti jalan-jalan kecil di Christian Quarter untuk sampai ke Senado Square, dengan ubin warna-warninya, yang dahulu merupakan pusat budaya dari kolonial Portugis. Alun-alun yang selalu ramai—dulunya digunakan untuk parade seremonial pasukan Portugis—ini dikelilingi sejumlah landmark penting, termasuk Gereja St Dominic dan Gedung Kantor Pos bersejarah. Avenida de Almeida Ribeiro, jalan raya yang sibuk, terdapat di ujung Senado Square dan dihuni beberapa restoran terbaik di Makau.


5sense-macau12. A-MA TEMPLE – Scent

Kuil yang dipenuhi asap dupa ini adalah salah satu situs yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Makau dan merupakan tempat yang menarik untuk melihat sekilas asal-usul Taoisme. Terletak di ujung barat daya Pulau Makau, kuil yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO ini dibangun tahun 1488 dan dipersembahkan untuk Matsu, dewi para nelayan dan pelaut. Pengunjung, baik penduduk lokal maupun wisatawan, berziarah ke kuil untuk mengharapkan keberkahan dan perlindungan bagi keluarga mereka dengan membakar dupa-dupa berbentuk spiral yang digantung pada balok di langit-langit kuil.


5sense-macau43. TAIPA RUA DA CUNHA – Taste

Pusat jajan di Makau ini tepat untuk menilik seperti apa pasar makanan yang dulu sering dikunjungi para pedagang yang baru tiba di Makau. Kini bagian depan pasar ini berisi restoran-restoran bersejarah dengan kisi jendela berwarna merah cerah, tenda, kuali dan oven besar, yang membuat tradisi jajanan pinggir jalan khas Makau tetap hidup. Kedai klasik, seperti Fat Sin Lau, yang dibuka tahun 1908, dan restoran favorit Portugis O Santos, yang berdiri 20 tahun lalu, masih menjadi magnet bagi turis dan penduduk lokal. Tempat ini tidak hanya populer di kalangan penikmat kuliner, tetapi juga para pemburu foto.


5sense-macau34. THRILLING MACAU TOWER – Touch

Banyak hal yang dapat dilakukan di Menara Makau setinggi 338 meter. Selain dilengkapi dek observasi, restoran, bioskop, dan toko- toko, menara ini juga menawarkan hiburan menegangkan. Dengan Skywalk X, pengunjung bisa berjalan mengitari bagian luar menara menggunakan tali pengaman yang terikat pada rel. Atau pesan paket Mast Climb dan gapailah puncak menara. Anda juga bisa mencoba Sky Jump, bungee jumping dari lingkaran menara pada ketinggian 233 meter. Ini adalah bungee jumping tertinggi kedua di dunia.


 

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *