Jakarta & Ambon


Jika gastronomi molekuler adalah seni tentang ketepatan dan ketelitian, maka ‘sutradara’ kuliner Adrian Ishak dari Namaaz adalah master di bidang kreasi kuliner, yang canggih menciptakan menu gastronomi molekuler dari kuliner Indonesia.

Dengan segudang ide yang dimilikinya, Ishak mencoba berinovasi dalam hal rasa dan kreasi masakan Indonesia yang diciptakannya, hingga cukup mengejutkan lidah para pengunjung setia restorannya.

Dengan kapasitas hanya sebanyak 29 tamu per malam, Namaaz menawarkan sebuah pengalaman menikmati 17 hidangan utama dengan moto utama restoran ini “Yang Anda lihat BUKAN yang Anda dapatkan.” Menu yang disajikannya tak pernah sama, menu-menu utama seperti sayur asem – diubah menjadi selai dengan sari jagung kental di atasnya – salah satu bukti keahlian chef ini dalam memberikan sentuhan Indonesia pada seni gastronomi molekuler.

 

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *