Gianyar

32Ada dua hal yang saya sukai dari Gianyar: kain ikat dan makanannya. Di akhir tahun 80-an, saya sering mengunjungi Gianyar untuk dua tujuan tersebut: membeli bermetermeter kain ikat yang indah, dan menikmati aneka kuliner di warung dekat pasar selama berat badan saya tidak naik. Betapa indahnya saat itu

33Gianyar adalah salah satu dari delapan kabupaten di Bali yang kaya sejarah, dan mungkin adalah kabupaten paling menarik di pulau ini. Di sini terdapat banyak situs bersejarah seperti Goa Gajah dan peninggalan kuno lainnya termasuk genderang raksasa yang disebut Bulan Pejeng. Industri kreatif tumbuh subur di Kerajaan Gianyar, termasuk industri ukiran batu dan kayu, kerajinan perak serta lukisan.

And the sparkling jewel in the crown of Gianyar is none other than my home, Ubud.

34Dan tentu saja, permata yang paling bersinar di mahkota Gianyar tak lain dan tak bukan adalah tempat kediaman saya, Ubud.. 

35Kota Gianyar sendiri adalah kota kabupaten yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan pemerintahan, bank, dan pohon pohon yang terawat. Di sini terdapat banyak pusat perbelanjaan maupun pertokoan-pertokoan kecil. Dua patung putih raksasa Krisna dan Arjuna, yang sedang mengendarai kereta perangnya, berdiri dengan bangga menyambut pengunjung di gerbang kota ini. Sebuah kantor polisi dan penjara membuat kota ini terasa aman dan teratur. Di Gianyar ini juga terdapat salah satu istana terbaik di Bali, walaupun tertutup untuk umum, dari gerbang istananya sudah terbayang kemewahan yang ada di baliknya.

36Ketika saya berjualan peralatan rumah tangga di Ubud pada tahun 1980-an, saya selalu menantikan kunjungan ke Gianyar dan membayangkan nikmatnya babi guling yang dijual di Bale Banjar sebelah pasar di jalan utama kota tersebut. Saya akan membeli bermeter-meter kain endek dan ikat untuk dibuat menjadi bantal-bantal cantik dan seprai, dan kemudian mengakhiri perjalanan dengan menikmati makan siang di warung terdekat. Kala itu, babi guling di Gianyar dianggap sebagai babi guling terenak di seluruh pulau, dan saya pun rela berkendara selama 30 menit untuk menikmati makanan lezat ini. Namun semenjak Ibu Oka dari Ubud muncul dan babi gulingnya menyabet penghargaan sebagai babi guling terenak, saya dan hampir seluruh penduduk Bali saat ini, berubah menjadi pelanggan rutinnya.

 39 Pasar malamlah yang membuat Gianyar kembali menjadi tempat tujuan kuliner, yang menawarkan berbagai pilihan makanan kaki lima yang lezat tak terhingga. Setelah jam lima sore, pilihan menu berganti menjadi makanan Indonesia. Pedagang kaki lima dan berbagai warung-warung tenda bermunculan. Penjual berdiri di sela-sela gerobak, mengipasi sate dan menjual berbagai jenis makanan. Di sinilah tempat impian semua turis; bersantap di bawah kerlipan bintang dan hangatnya udara tropis, membaur bersama penduduk asli, dengan suasana ala Asia, dan makanannya. yang terjangkau di tengah lingkungan pasar tradisional yang ramah dan bersahabat.

37Keramaian di pasar malam ini dimulai dari jalan raya Gianyar, yang juga menandai berawalnya wilayah jajanan kaki lima ini. Pusatnya berada di seberang jalan, di balik sebuah gapura yang berdiri dengan gagahnya. Pada pukul tujuh, pasar tersebut sudah dipenuhi dengan berbagai macam pengunjung, dari pegawai pemerintahan hingga pelajar, keluarga dan juga pensiunan. Tak hanya makanannya, bagian yang menarik dari pasar malam ini adalah ukurannya. Walaupun kecil, suasana di tempat ini sangat hangat, dan pilihan makanannya sangat bervariasi.

45Tak sengaja saya berjumpa dengan anak muda yang tinggal tak jauh dari rumah saya sedang duduk menikmati nasi campur bersama temannya di sini, dan membayangkan berapa banyak penduduk Ubud yang mengunjungi tempat ini. Di warung yang paling laris, tak ada ruang yang tersisa selain hanya untuk berdiri. Ayam adalah hidangan favorit tempat ini, banyak warung menawarkan berbagai jenis masakan ayam yang diasap, dimasak dengan bumbu, ataupun dipanggang. Yang membedakan hanyalah lauk tambahan dan sambal yang menyertainya. Pepes klingis (adonan kelapa yang dikukus di dalam daun pisang), lawar (daun-daunan berbumbu dan kelapa yang dipotong-potong), jekut jepang (choko dengan kaldu yang wangi), sambal yang segar, sambal dan telur dadar yang digoreng kering, semuanya adalah pilihan makanan di pasar tersebut. Apapun pilihan Anda, dijamin Anda akan mendapat makanan penuh cita rasa dengan rasa lokal yang kuat. . 

38Untuk pecinta makanan Indonesia, di sini Anda juga dapat menikmati berbagai pilihan makanan khas negeri ini, seperti bakso ayam, nasi goreng, soto ayam dan juga sate ayam. Selain itu juga ada makanan favorit lainnya seperti pecel lele, tempe penyet, dan ikan bakar. Berbagai macam pilihan babi guling, dan
serombotan, sebuah makanan khas vegetarian dari Klungkung juga tersedia di tempat ini. Makanan yang terlihat memesona ini terdiri dari campuran dedaunan, kecambah dan kacang-kacangan yang disiram dengan bumbu kelapa yang pedasnya tak tertahankan.. 

40 41  46

Suasana tempat ini sangat ceria dan hangat. Pengunjung berbincang, bercanda dan bertanya dalam keceriaan khas masyarakat Bali.

42Untuk makan malam, saya memilih makanan favorit saya, bubur ayam hasil racikan Ibu Sulastri – bubur nasi yang lembut dengan suwiran ayam, disiram kuah kari encer dan ditaburi bawang merah goreng dan kacang kedelai untuk menambah kerenyahannya. Bubur ayam ini menjadi makan malam sempurna di malam yang panas ini; lembut dan kental seperti risotto, bumbunya lembut dan cukup mengenyangkan. Berbagai jenis minuman pun tersedia di sini, termasuk segelas es campur yang penuh serutan es, buah-buahan dan sirup berwarna terang, atau jika Anda lebih memilih minuman yang menyehatkan, cobalah jamu (sari kencur) hasil ramuan kios Nyonya Meneer yang legendaris. Paket jamu buatannya disebut-sebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.Untuk tiga mangkok, kami hanya perlu membayar kurang dari tiga dolar.

Di tengah-tengah keramaian pusat makanan yang eksotis ini, terdapat pula berbagai macam barang yang dapat Anda beli, mulai dari pakaian dan pakaian dalam, hingga peralatan masak dan perhiasan. Dari kejauhan, terdengar lengkingan khas suara dalang terkenal di Bali, Ceng Blong, yang bercampur dengan suara-suara mainan yang sedang dijual di kios sebelahnya.

43Seluruh pengalaman mengesankan dalam bersantap di ruang terbuka  ni dihiasi oleh gemerlapnya cahaya neon, berbagi tempat duduk dengan pengunjung lainnya, dan juga keindahan warna, kelezatan dan wangi masakan Bali serta makanan dari daerah lainnya. Suasana tempat ini sangat ceria dan hangat. Pengunjung berbincang, bercanda dan bertanya dalam keceriaan khas masyarakat Bali. Sepertinya, Gianyar adalah rahasia untuk mendapatkan hidangan khas Indonesia yang tak terlupakan di Bali.

 

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *