Bird Photography


“My hope is that these images will help motivate people to protect rainforest habitats for birds-of paradise, which are an amazing natural treasure of Indonesia and Papua New Guinea,” says Tim Laman. Birds have fascinated me for a long time because of their beauty and fascinating behaviour and, in terms of photography, because of their great potential for interesting action, portrait and environmental shots. The birds-of-paradise in particular interested me because of their amazing diversity of forms and colours and their intriguing courtship displays. The fact that they had not been photographed very much and live in remote areas was also an attraction for me because I love exploring remote and littlevisited regions and photographing things that few people have seen.

“Saya berharap foto-foto ini dapat memotivasi orang untuk melindungi hutan hujan sebagai tempat tinggal burung cendrawasih, yang juga merupakan kekayaan alam Indonesia dan Papua Nugini,” ujar Tim Laman. Sudah lama saya terpesona dengan keindahan bulu dan perilaku burung-burung, dan khusus dalam hal fotografi, burung-burung bagus sebagai objek foto bergerak, portrait, dan foto suasana. Burung cendrawasih ini menarik untuk saya khususnya karena keragaman bentuk dan warna bulu serta saat mereka ‘merayu’ sang betina. Langkanya foto cendrawasih dan tempat tinggal mereka yang jauh di pelosok menarik perhatian saya karena saya senang menjelajahi daerah-daerah terpencil yang jarang dikunjungi, serta memotret hal-hal yang tak banyak ditemui.

15-04-2015 10-48-02

The bright red body, blue feet and green discs at the end of two bouncy tail feathers as thin as wires make for an unforgettable visual display from the King Bird-of-paradise. To photograph this bird at its display area in the canopy, I spent many hours on a small platform in an adjacent tree. This is one of the very smallest bird-of-paradise species.

Bulu yang berwarna merah terang, kaki biru dan ekor yang setipis kawat dengan ujung berwarna hijau merupakan penampilan tak terlupakan dari cendrawasih raja. Untuk mengabadikan cendrawasih yang sedang bertengger di atas pohon ini, saya harus menghabiskan waktu berjam-jam di atas pohon di dekatnya. Cendrawasih raja ini merupakan jenis terkecil dari keluarga cendrawasih.

Tim Laman
Tim Laman is a field biologist and wildlife photographer who has been exploring remote regions
of Indonesia for over 25 years. His photographs are regularly published in National Geographic and other leading publications. His most ambitious project so far has been to document all 39 species in the birdof- paradise family in the wild. The selection ofimages featured in this edition are some of his favourites from this project, which required 18 expeditions over an eight-year period to complete.

Tim Laman adalah ahli biologi sekaligus fotografer alam bebas yang telah melanglang buana ke seluruh pelosok Indonesia selama lebih dari 25 tahun. Foto-foto hasil karyanya kerap muncul dalam National Geographic dan publikasi lainnya. Proyeknya yang baru saja rampung adalah mendokumentasikan 39 spesies keluarga cendrawasih yang ada di alam bebas. Foto-foto dalam edisi kali ini diambil dari proyek tersebut, yang membutuhkan 8 kali ekspedisi selama kurun waktu 8 tahun.

15-04-2015 11-05-23 Pteridophora alberti Enga, Papua New Guinea.

The unique courtship display site of the King of Saxony Birdof- paradise is a small vine in the rainforest. Part of his display includes bouncing on the vine, which causes his extraordinary head feathers to wave at the female in a very impressive fashion. The two long feathers on the head of this bird are perhaps the most unusual feathers in the bird world.

Cendrawasih panji yang unik ini memilih tanaman anggur kecil yang tumbuh di hutan sebagai tempatnya ‘merayu.’ Dalam aksi merayunya, si cendrawasih ini melompat lompat sehingga jambul di kepalanya melambai-lambai ke arah sang betina dengan gaya yang mengesankan. Jambul yang terbelah dua pada cendrawasih ini adalah hal yang tak biasa ditemui dalam dunia burung.

 Paradisaea rudolphi Tari Valley, Papua New Guinea

15-04-2015 11-06-01The Blue Bird-of-paradise is primarily a fruit eater. Because they can find enough fruit to sustain themselves in a fairly short amount of time, the males have a lot of time to spend at their courtship display sites. This male was visiting this fruiting tree every morning, so I rigged a hide with a good view of the tree and spent many mornings there waiting for him. This shot, with the branches nicely framing the bird and the cleaner background, stood out.

Cendrawasih biru ini adalah burung pemakan buah, sama seperti jenis cendrawasih lainnya. Karena buah-buahan tak sulit ditemukan, maka pejantannya memiliki banyak waktu untuk ‘merayu’. Cendrawasih jantan ini hinggap di pohon buah setiap pagi sehingga saya pun harus menunggu di atas pohon. Foto ini menangkap jelas gambar burung dan ranting dengan latar belakang yang dibuat samar.

15-04-2015 11-06-37 Paradisaea rubra Batanta Island, Indonesia
This species likes to display in the top of the tallest tree in the area. I had to climb to 50 metres above the ground to construct my hide to photograph this male at his favourite display perch on this dead branch. The courtship display of the male Red Bird-of-paradise includes this pose, where he faces head downwards. Only in this position do the two long tail wires (which are modified central tail feathers) fall into a perfect arc to frame the bird.

Spesies ini senang menari sambil bertengger di puncak pohon yang paling tinggi, membuat saya harus memanjat pohon setinggi 50 meter agar dapat memotret burung jantan ini saat sedang ‘merayu’ di atas dahan. Tarian rayuan dari cendrawasih jantan ini pun berhasil diabadikan, dengan pose kepala di bawah. Pada posisi seperti itulah dua helai bulu ekornya yang panjang bak kawat bisa jatuh melengkung.

 Wilson’s Bird-of-paradise

15-04-2015 11-40-29The male Wilson’s Bird-of-paradise clears the ground of all leaves and debris at his chosen display site. He then presents his striking colours and tail feathers to arriving females. Especially unusual is his head, which lacks feathers to better show off the bright blue skin of his scalp. What is so remarkable about the birds-of-paradise is that all these very different-looking birds are really closely related to each other. They have all evolved into this incredible variety of forms through a process biologists call ‘sexual selection’. Over millions of years, females have been choosing to mate with males that had certain exaggerated traits, and this has led to the creation of all this diversity.

Cendrawasih botak jantan ini membersihkan tanah yang dipilihnya sebagai tempat merayu lalu memamerkan keindahan bulu dan ekornya kepada sang betina yang baru datang. Kepala burung ini tak ditumbuhi bulu sehingga batok kepalanya yang berwarna biru terlihat. Cendrawasih yang berbeda bentuk ternyata malah memiliki kekerabatan erat satu sama lain. Dengan proses biologis yang dikenal dengan nama ‘seleksi pasangan’, sudah lebih dari jutaan tahun ini cendrawasih betina memilih pasangan berkembangbiak yang memiliki bentuk khas. Dari situlah akhirnya terdapat banyak variasi bentuk.

The birds-of-paradise in particular interestedmme because of theirmamazing diversity of forms and colours and their intriguing courtship displays.

Top Tips

My approach was very different from what you might expect. I never walked around the rainforest carrying a camera in the hope of getting a shot. With that approach, it is just too difficult to get close, get good lighting conditions or see interesting behaviour. Every shot in this selection was made by scouting for suitable locations – such as fruiting trees – often with the help of my collaborator, expert ornithologist Ed Scholes, and of local guides. Once we found a good site, I would construct a hide, either on the ground but often up in a tree. Then we’d get up very early, hike out to the location from our field camp and, if everything worked out, the bird would come when the sun came out and I would get some great shots. But this didn’t always happen and there were many long and frustrating days waiting. I persisted, however, and I think the results have been worth the effort.

Pendekatan saya sangat berbeda dengan apa yang Anda bayangkan. Saya tak pernah memasuki hutan sambil menenteng kamera untuk mendapatkan objek foto yang bagus. Bila seperti itu, maka akan terlalu sulit bagi saya mendapatkan cahaya yang bagus atau melihat perilaku mereka yang menarik. Setiap pengambilan gambar dalam proyek saya ini, dibuat dengan menandai lokasi yang bagus – seperti pohon buah – seringkali dengan bantuan dari rekan saya, ahli burung Ed Scholes, dan pemandu. Begitu tempat yang bagus telah ditemukan, saya langsung membuat pos persembunyian, di tanah atau yang lebih sering di atas pohon. Kami biasa bangun pagi-pagi sekali untuk menuju lokasi, dan jika segalanya lancar, burung yang dimaksud akan datang begitu matahari terbit. Tetapi hal seperti itu tak selalu terjadi, seringkali saya harus menunggu lama hingga berhari-hari. Tapi segala kerja keras itu terbayarkan dengan hasil foto yang memuaskan.


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *