Arcipelago Accents

21-04-2015 19-54-28

Kain tenun dan songket menjadi tema halaman mode bulan ini. Kain tenun dan songket tersebut merupakan hasil karya para perajin binaan Cita Tenun Indonesia yang telah bekerja sama dengan Garuda Indonesia untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. Kain tenun yang berasal Sambas menjadi pilihan desain dari Didi Budiardjo. Sentuhan pengaruh China dan Islam pada kain tenun ini dapat dilihat dari motif alam dan flora yang didominasi oleh garis-garis geometris.

Di sini Budiardjo berusaha memasukkan keindahan unsur tradisional ke dalam desain yang kontemporer. Sementara itu Ari Seputra berusaha memadukan kain songket dengan tenun dari Lombok sehingga desain yang ada tetap berkesan tradisional namun dengan warna-warni yang lebih beragam. Lombok sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi songket di Indonesia, dengan motif kain Rumah Lumbungnya yang populer.

21-04
Dalam desainnya kali ini, Priyo Oktaviano menggunakan tenun ikat endek dari Bali. Endek adalah kain yang biasa dikenakan masyarakat Bali dalam upacara keagamaan. Oktaviano berusaha menampilkan kembali kain tersebut ke dalam bentuk yang lebih dinamis dan modis

21-04-2

 

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *